SEMARANG — Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Kampus Semarang. Dua mahasiswa program studi Teknik Informatika berhasil meraih penghargaan juara pertama dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional (KITN) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada 15 April lalu. Prestasi ini menandai konsistensi institusi pendidikan di Semarang dalam menghasilkan lulusan berkualitas tinggi yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Devi Kusumawati (21) dan Rinto Hermawan (22), keduanya mahasiswa semester enam Program Studi Teknik Informatika Kampus Semarang, memenangkan kompetisi bergengsi tersebut dengan menghadirkan sebuah aplikasi berbasis artificial intelligence (AI) untuk optimalisasi distribusi logistik yang ramah lingkungan. Judul proyek mereka, “EcoRoute: Smart Logistics for Sustainable Indonesia”, berhasil mengalahkan 127 tim peserta lainnya yang berasal dari berbagai universitas ternama di seluruh Indonesia.
Perjalanan menuju kejayaan ini tidak dimulai dengan mudah. Devi dan Rinto memulai konsep awal proyek mereka sejak Januari 2026 melalui program inkubasi inovasi yang tersedia di Kampus Semarang. Mereka bekerja sama dengan dua mahasiswa lain sebagai tim support, menghabiskan waktu hingga 14 jam per hari untuk mengembangkan, menguji, dan menyempurnakan aplikasi mereka. “Kami percaya bahwa teknologi seharusnya tidak hanya tentang efisiensi bisnis, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan,” ujar Devi Kusumawati saat ditemui di kantor Pusat Inovasi Mahasiswa Kampus Semarang pada Selasa pagi, 17 April 2026.
Aplikasi EcoRoute yang mereka kembangkan menggunakan machine learning untuk menganalisis pola distribusi barang, kondisi lalu lintas real-time, dan emisi karbon dari berbagai rute pengiriman. Sistem ini mampu merekomendasikan rute tercepat dan terefisien secara otomatis sambil meminimalkan jejak karbon. Menurut data yang mereka tampilkan, aplikasi ini dapat mengurangi emisi karbon hingga 35 persen dan menghemat biaya operasional logistik hingga 28 persen dibandingkan metode konvensional.
“Kami tidak hanya membuat aplikasi yang teknologi, tetapi juga aplikasi yang memberikan dampak positif nyata bagi industri dan lingkungan,” tambah Rinto Hermawan dengan antusiasme. Menurutnya, mereka terinspirasi dari pengalaman mengunjungi beberapa pusat distribusi logistik di sekitar Semarang dan menyaksikan langsung inefisiensi yang terjadi dalam sistem pengiriman barang.
Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kampus Semarang, institusi pendidikan tinggi swasta yang telah berdiri sejak 2005 dan dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan keilmuan teknologi informasi dan bisnis di kawasan Jawa Tengah. Dengan jumlah mahasiswa mencapai lebih dari 8.000 orang dan melayani 35 program studi, Kampus Semarang secara konsisten menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di pasar kerja nasional dan internasional.
Dukungan Institusional dan Ekosistem Inovasi
Kesuksesan Devi dan Rinto tidak terlepas dari dukungan penuh institusi Kampus Semarang melalui berbagai program pengembangan mahasiswa. Dr. Bambang Sutrisno, Rektor Kampus Semarang, menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian luar biasa ini.
“Prestasi yang diraih oleh Devi Kusumawati dan Rinto Hermawan adalah bukti nyata dari komitmen Kampus Semarang dalam mengembangkan ekosistem inovasi yang kondusif untuk mahasiswa kami. Kami tidak hanya fokus pada transfer pengetahuan akademik, tetapi juga pada pengembangan keterampilan praktis, kreativitas, dan semangat entrepreneurship,” ujar Dr. Bambang Sutrisno dalam konferensi pers yang digelar di auditorium utama Kampus Semarang, Rabu sore, 16 April 2026.
Rektor yang telah memimpin institusi ini selama tiga tahun terakhir menjelaskan bahwa pihaknya telah mengalokasikan dana signifikan untuk mendukung berbagai kompetisi mahasiswa dan program magang industri. “Pada tahun akademik 2025-2026 ini saja, kami telah memberikan pembiayaan senilai 2,5 miliar rupiah untuk program akselerator startup, kompetisi inovasi, dan pengembangan penelitian mahasiswa,” imbuhnya.
Lebih spesifik, Dr. Joko Widodo, Dekan Fakultas Teknologi dan Informatika Kampus Semarang, menjelaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari investasi jangka panjang dalam infrastruktur laboratorium dan pusat inovasi. “Kami memiliki tiga innovation hubs di kampus yang dilengkapi dengan perangkat keras dan perangkat lunak terkini. Tim dosen kami juga secara aktif membimbing mahasiswa yang tertarik mengikuti kompetisi nasional,” jelasnya.
Program bimbingan kompetisi yang diberikan kepada Devi dan Rinto dipimpin oleh Dr. Adityawan Kusuma, dosen senior Teknik Informatika yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di industri teknologi sebelum bergabung dengan akademisi. “Devi dan Rinto memiliki passion yang tinggi terhadap inovasi teknologi sosial. Mereka tidak puas hanya dengan solusi teknis yang benar, tetapi selalu berpikir tentang dampak sosial dan lingkungan. Itulah yang membuat mereka berbeda dari pesaing lainnya,” ujar Dr. Adityawan saat dimintai tanggapan mengenai kesuksesan mahasiswa bimbingannya.
Kompetisi Bergengsi Tingkat Nasional
Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional (KITN) 2026 merupakan salah satu kompetisi teknologi terprestisius di Indonesia yang diadakan setiap tahun oleh Asosiasi Universitas Indonesia (AUI) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kompetisi ini mengundang partisipasi dari mahasiswa seluruh Indonesia dengan tujuan mendorong inovasi teknologi yang berkelanjutan dan berdampak sosial.
Tahun ini, KITN 2026 menampilkan tema “Teknologi untuk Indonesia Berkelanjutan” dan menarik partisipasi dari 127 tim yang masing-masing terdiri dari dua hingga empat mahasiswa. Proses seleksi berlangsung dalam tiga tahap: submission dokumen, presentasi awal melalui video, dan presentasi langsung di Jakarta. Dari 127 tim peserta, hanya 25 tim yang lolos ke tahap final dan berkesempatan melakukan presentasi langsung di hadapan juri yang terdiri dari pejabat kementerian, pakar teknologi, dan pemimpin industri.
“Juri sangat terkesan dengan konsep EcoRoute yang tidak hanya menarik dari segi teknologi, tetapi juga dengan misi sosial dan lingkungannya. Presentasi yang dilakukan oleh Devi dan Rinto sangat profesional, dan mereka mampu menjawab seluruh pertanyaan teknis dengan sangat detail dan percaya diri,” kata Prof. Taufiq Hidayat, salah satu anggota juri KITN 2026 yang juga merupakan dosen besar di Institut Teknologi Bandung.
Penghargaan yang diterima oleh Devi dan Rinto meliputi hadiah uang tunai sebesar 150 juta rupiah, sertifikat juara nasional, serta kesempatan mendapatkan pendanaan awal (seed funding) sebesar 500 juta rupiah untuk mengembangkan proyek mereka menjadi startup yang sesungguhnya. Selain itu, mereka juga mendapatkan akses ke berbagai mentor dan investor yang tersedia dalam ekosistem startup nasional.
Dampak dan Proyeksi Masa Depan
Prestasi Devi dan Rinto telah membangkitkan semangat baru di kalangan mahasiswa Kampus Semarang untuk ikut berkompetisi dan berinovasi. Dalam dua minggu terakhir, kantor Pusat Inovasi Mahasiswa (PIM) Kampus Semarang melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah konsultasi mahasiswa terkait pengembangan ide inovasi.
Ir. Susanti Wijaya, Kepala Pusat Inovasi Mahasiswa Kampus Semarang, mengungkapkan bahwa konsultasi inovasi pada minggu pertama setelah pengumuman kemenangan Devi dan Rinto meningkat 300 persen dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya. “Ini menunjukkan bahwa kesuksesan mereka menginspirasi banyak mahasiswa lainnya untuk berani bermimpi besar dan berinovasi. Kami sudah mempersiapkan diri untuk menangani peningkatan volume konsultasi ini dengan menambah tim pendamping dan memperluas jam operasional PIM,” tutur Susanti.
Lebih jauh, pihak Kampus Semarang juga telah mengundang Devi dan Rinto untuk melakukan presentasi kepada seluruh mahasiswa di auditorium utama kampus pada 24 April 2026 mendatang. “Kami ingin pengalaman dan pembelajaran mereka dapat dibagikan kepada ribuan mahasiswa lainnya sehingga dapat menginspirasi dan memotivasi mereka untuk terus berinovasi,” ucap Rektor Bambang Sutrisno.
Sementara itu, Devi dan Rinto sendiri sudah merencanakan langkah selanjutnya. Mereka berkomunikasi dengan beberapa perusahaan logistik besar di Indonesia untuk melakukan pilot project implementasi EcoRoute. Dengan bantuan seed funding yang mereka terima, mereka juga merencanakan untuk merekrut tim pengembang tambahan dan mulai mendaftarkan aplikasi mereka sebagai startup resmi dalam kuartal ketiga tahun 2026.
“Kami ingin memastikan bahwa aplikasi kami bukan hanya memenangkan kompetisi, tetapi benar-benar digunakan dan memberikan dampak positif bagi industri logistik dan lingkungan Indonesia,” kata Devi dengan determinasi. Rinto menambahkan, “Kami juga ingin mengajak banyak mahasiswa lainnya untuk bergabung dengan tim kami dan terus berinovasi demi masa depan yang lebih baik.”
Penutup
Pencapaian Devi Kusumawati dan Rinto Hermawan dalam meraih penghargaan juara nasional Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 merupakan bukti nyata dari kualitas pendidikan dan ekosistem inovasi yang telah dibangun oleh Kampus Semarang. Melalui dukungan institusional, bimbingan dosen berkualitas, dan infrastruktur yang memadai, mahasiswa Kampus Semarang mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya berdaya saing tinggi tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Kedepannya, diharapkan pencapaian ini dapat memotivasi mahasiswa Kampus Semarang lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan Indonesia. Dengan terus mengembangkan ekosistem inovasi yang kondusif dan mendukung, Kampus Semarang berkomitmen untuk menjadi pusat penghasil inovator dan pemimpin bisnis masa depan yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan lingkungan yang tinggi.
—
Informasi Tambahan:
– Devi Kusumawati dan Rinto Hermawan akan melakukan presentasi publik tentang EcoRoute di Auditorium Utama Kampus Semarang, Rabu 24 April 2026 pukul 13.00 WIB
– Mahasiswa yang tertarik bergabung dengan proyek EcoRoute dapat mendaftar melalui website Pusat Inovasi Mahasiswa Kampus Semarang
– Kampus Semarang akan meningkatkan alokasi dana untuk program pengembangan inovasi mahasiswa pada tahun akademik 2026-2027